MAHKAMAH KONSTITUSI DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM ERA REFORMASI: PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MENYUSUN KONSEPSI KEADILAN TRANSISIONAL DI INDONESIA

  • Satria M
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Transisi politik di Indonesia sejak Reformasi 1998 berimplikasi pada penegakkan nilai-nilaiHak Asasi Manusia, dengan fokus kajian pada bagaimana mencari konsep keadilan transisional yang tepat untuk menyelesaikan pelanggaran HAM pada masa lalu. Mahkamah Konstitusi berperan untuk mengawal konsep yang terbentuk agar sesuai dengan cita konstitusi Indonesia. Peran ini semakin terasa besar karena dalam era reformasi, salah satu kesulitan penyelesaian perkara pelanggaran HAM adalah penegakkan keadilan yang harus menggunakan perangkat warisan Orde Baru yang dikenal korup dan berpraktek curang. Hilangnya kepercayaan publik akan imparsialitas Mahkamah Agung membuat Mahkamah Konstitusi bagaikan "dewi penolong" dalam menegakkan nilai-nilai HAM secara adil berdasarkan UUD 1945.

Cite

CITATION STYLE

APA

Satria, M. A. (2017). MAHKAMAH KONSTITUSI DAN HAK ASASI MANUSIA DALAM ERA REFORMASI: PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MENYUSUN KONSEPSI KEADILAN TRANSISIONAL DI INDONESIA. Jurnal Hukum & Pembangunan, 35(3), 351. https://doi.org/10.21143/jhp.vol35.no3.1519

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free