Abstract
Penelitian ini membahas dimensi keagamaan dalam migrasi lingkungan dua komunitas Muslim di Pesisir Utara Jawa dalam menghadapi abrasi dan bajir rob. Konsep migrasi lingkungan digunakan untuk mencermati pembuatan keputusan dan proses relokasi kedua komunitas sebagai upaya menghindari kondisi desa yang tenggelam. Dua komunitas Muslim, yaitu Bedono di Demak, Jawa Tengah, dan Pantai Bahagia di Bekasi, Jawa Barat, dipilih karena kedua komunitas tersebut menunjukkan karakteristik keagamaan dalam proses migrasi mereka. Dalam pengumpulan data, metode kualitatif studi kasus dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi selama 12 bulan. Temuan menunjukkan bahwa pada komunitas Bedono, Makam Kiai Mudzakir memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan untuk migrasi keluar. Sementara di Pantai Bahagia, Pengajian menjadi penghubung sosial dan ikatan komunitas bagi masyarakat yang melakukan relokasi. Analisis lebih lanjut tentang migrasi lingkungan menunjukkan bahwa pola relokasi yang berdekatan dapat ditemukan pada kedua komunitas. Terlepas dari banyak faktor yang terlibat dalam migrasi lingkungan, artikel ini hanya akan menekankan pembahasan pada dimensi keagamaan dari migrasi lingkungan yang muncul sebagai karakteristik kuat kedua komunitas yang diamati.
Cite
CITATION STYLE
Pratisti, S. A., Bagir, Z. A., Ahimsa-Putra, H. S., & Northcott, M. S. (2023). DIMENSI KEAGAMAAN DALAM MIGRASI LIGKUNGAN. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 25(2). https://doi.org/10.55981/jmb.2023.2440
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.