Abstract
Kalurahan Pandowoharjo merupakan salah satu kawasan strategis cepat tumbuh dari Kabupaten Sleman, karena memiliki keunggulan sumber daya dan geografis yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. Dalam perkembangannya Kalurahan Pandowoharjo mengembangkan pusat budaya dan edukasi untuk mewadahi potensi yang ada, hal ini dimaksudkan untuk semakin memperkuat daya jual dari potensi-potensi tersebut dan upaya perwujudan desa budaya yang mandiri. Pembangunan fisik tersebut perlu didukung dengan pembangunan non fisik, baik sumber daya manusia maupun pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan dan potensi dari desa untuk mewujudkan desa budaya yang mandiri dengan penguatan potensi pendukungnya. Adapun metode analisis yang digunakan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif berbasis ruang ekonomi kreatif dan teknik analisis SWOT. Dari analisis tersebut diharapkan mampu menjadi acuan pengembangan desa mandiri budaya di kawasan sekitar Kalurahan Pandowoharjo atau daerah yang memiliki potensi yang serupa, sehingga mampu menjadi wilayah yang mandiri dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai sektor utama penggerak kemandirian tersebut.Pandowoharjo Village is one of the fastest-growing strategic areas of Sleman Regency because it has resource and geographical advantages that can drive the economic growth of the surrounding area. In its development, Pandowoharjo Village developed a cultural and educational center to accommodate the existing potential; this is intended to further strengthen the marketability of these potentials and efforts towards an independent cultural village. Physical development needs to be supported by non-physical development, both in human resources and management. This research aims to analyze the strength and potential of the village to realize an independent cultural village by strengthening its supporting potential. The analysis method used is a descriptive qualitative research method based on the creative economy space and SWOT analysis technique. The analysis is expected to be able to become a reference for the development of culturally independent villages in the area around Pandowoharjo Village or areas that have similar potential, so that they can become independent areas by involving local communities as the main sector driving this independence.
Cite
CITATION STYLE
Prakoso, A. A., & Irawati, N. (2024). Penguatan Ruang Ekonomi Kreatif Desa Mandiri Budaya. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 7(1), 72–86. https://doi.org/10.31101/juara.v7i1.3122
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.