Etika Berbahasa Masyarakat Jepang dan Hubungannya Dengan Pemakaian Bikago Dalam Kalimat

  • Robihim R
  • Permatasari K
  • Harun Y
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Prefiks O dan Go yang merupakan bikago dalam bahasa Jepang berfungsi sebagai penghalus suatu kata yang memiliki makna penghormatan. Adapun penghormatan ini dapat merujuk kepada lawan bicara dengan beberapa kondisi seperti posisi dalam pekerjaan, stasus sosial, umur, jabatan dan kedekatan. Penelitan ini membahas peranan bikago, penggunaan dan makna bikago pada fungsi-fungsi prefix o dan go dan pengaruhnya pada hubungan sosial masyarakat Jepang. Peranan bikago sebagai bagian dari keigo jika sesuai situasi dan kondisinya, maka hubungan baik dengan lawan bicara akan tetap terjalin, sebaliknya akan menjadi bentuk berupa celaan atau hinaan jika situasi dan kondisi penggunaan bikago sebagai perfiks beda atau tidak pas. Adapun makna bikago merujuk pada keterkaitan dalam status baik status pekerjaan ataupun sosial masyarakat, selian itu sebagai menyatakan ungkapan perasaan, sehinggga cerita pada lawan bicara.

Cite

CITATION STYLE

APA

Robihim, R., Permatasari, K. M., & Harun, Y. (2021). Etika Berbahasa Masyarakat Jepang dan Hubungannya Dengan Pemakaian Bikago Dalam Kalimat. IDEA : Jurnal Studi Jepang, 3(1), 56–67. https://doi.org/10.33751/idea.v3i1.3334

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free