Tata Laksana Buried Penis di RSUP Sanglah

  • Duarsa G
  • Wiadi I
  • Tirtayasa P
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui tata laksana Buried penis di RSUP Sanglah. Metode: Delapan sampel dengan buried penis yang menjalani operasi rekonstruksi di RSUP Sanglah dikumpulkan dari Januari sampai Desember 2018. Pengumpulan data dilakukan sebelum operasi sampai 3 bulan setelah operasi. Hasil: Delapan pasien yang termasuk dalam penelitian ini memiliki rentang usia dari 5 sampai 15 tahun. Mayoritas berat badan pasien berada diatas persentil 50. Panjang penis sebelum operasi memiliki rentang 0,0-3,0 cm. Dilakukan degloving penis, eksisi lapisan dartos yang inelastis dan penutupan kulit dengan skin flap. Panjang penis setelah operasi meningkat menjadi 4,3-13,5 cm dimana merupakan ukuran penis normal sesuai usia pasien. Pemeriksaan histologi menunjukkan kolagen yang tebal seperti pasien hipospadia dan berbeda dengan pasien normal. Simpulan: Buried penis merupakan suatu abnormalitas penis kongenital. Terdapat pendekatan dan teknik operasi yang bervariasi sesuai kondisi pasien dan keahlian masing-masing dokter bedah. Ukuran penis meningkat setelah rekonstruksi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Duarsa, G. W. D. P., Wiadi, I. N., Tirtayasa, P. M. W., & Duarsa, G. W. K. (2020). Tata Laksana Buried Penis di RSUP Sanglah. JBN (Jurnal Bedah Nasional), 4(1), 7. https://doi.org/10.24843/jbn.2020.v04.i01.p02

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free