Abstract
Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi dan masih memiliki nilai sosial serta edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi permainan tradisional di Kota Semarang yang mulai jarang dimainkan akibat perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, melibatkan 10 responden dari berbagai wilayah Semarang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan tahapan Miles Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan penguatan validitas melalui triangulasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih mengenal dan meminati permainan tradisional, seperti petak umpet, gobak sodor, engklek, egrang, bakiak, dan bekel, meskipun intensitasnya menurun akibat dominasi gawai, keterbatasan lahan bermain, dan faktor usia. Permainan tradisional tetap dipandang menyenangkan, bermanfaat, serta berperan dalam mempererat hubungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa permainan tradisional masih memiliki ruang eksistensi di perkotaan dan dapat berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter anak. implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya peran sekolah, orang tua, dan komunitas lokal dalam mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kegiatan pendidikan dan sosial. Implikasi teoritisnya, penelitian ini memperkuat kajian budaya dan pendidikan dengan menunjukkan bahwa permainan tradisional tetap relevan di era digital sebagai warisan budaya takbenda dan media pendidikan karakter.
Cite
CITATION STYLE
Widyatmojo, K. D., Hudah, M., & Widyatmoko, F. A. (2025). Peran Permainan Tradisional sebagai Warisan Budaya Takbenda: Studi Eksploratif di Kota Semarang. Jendela Olahraga, 10(4), 457–465. https://doi.org/10.26877/jo.v10i4.23542
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.