Kadar Air Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) pada Variasi Suhu Pengeringan

  • Arya Tandi E
  • Purwanti R
  • Kemila M
N/ACitations
Citations of this article
115Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculate) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat anti diabetes mellitus. Ekstrak herba sambiloto dikemas sebagai sediaan obat herbal sesuai dengan prosedur CPOTB untuk memenuhi syarat mutu. Salah satu syarat mutu obat herba adalah kadar air < 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air ekstrak herba sambiloto (Andrographis paniculate) pada variasi suhu pengeringan. Penelitan ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain one shoot case study. Esktrak herba sambiloto dibuat dengan metode ekstraksi perkolasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang didapatkan ditambahkan bahan pengikat amilum agar diperoleh ekstrak herba kering. Ekstrak kering dianalisis kadar airnya sebelum dan sesudah masuk prosedur pengeringan. Suhu pengeringan divariasikan pada 40◦C, 50◦C dan 60◦C. Hasil penelitian didapatkan kadar air sebelum dikeringkan, dikeringkan pada 40◦C, 50◦C dan 60◦C berturut-turut sebesar 16,92%, 7,58%, 7,05% dan 5,10%. Uji statistika didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga berbeda secara signifikan. Kesimpulan : Ekstrak herba sambiloto pada suhu pengeringan 40◦C, 50◦C dan 60◦C mempunyai kadar air yang telah memenuhi syarat mutu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arya Tandi, E., Purwanti, R., & Kemila, M. (2021). Kadar Air Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis paniculata) pada Variasi Suhu Pengeringan. Jurnal Permata Indonesia, 12(1). https://doi.org/10.59737/jpi.v12i1.4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free