Abstract
Abstract: Jihad is a term that continuously caught the attention of academics. The stigma of “radicalism” became a topic of discussion along with the emergence of various religious-based violence in Indonesia. The Indonesian Institute of Islamic Dawah (LDII) pesantrens (Islamic boarding schools) in Jombang and Kediri, East Java, are among large pesantrens in East Java, which have unique characteristics, including the study of the main books of h}adi>th, S{ah}i>h} al-Bukha>ri> and S{ah}i>h} Muslim. This article sheds light on their interpretation of hadi> h} al-Bukha>ri> dan S{ah}i>h} Muslim. Artikel ini menyoroti interpretasi mereka terhadap hadis tentang jihad dan implikasinya terhadap perkembangan pemikiran radikalisme agama di LDII. Tulisan ini menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kekerasan berbasis agama yang muncul di kedua pesantren LDII tersebut. Para santri pada dasarnya telah bersinggungan dengan radikalisme agama dan juga telah mempelajari jihad, namun hampir tidak ditemukan adanya gerakan kekerasan atau radikal dalam menjalankan tugas keagamaannya. Meski demikian, di sisi lain para santri juga menunjukkan sikap radikal yang signifikan terhadap jihad. Hal itu tampak dari sikap mereka yang sepakat dengan jihad seperti yang tertulis dalam kitab-kitab hadits dan mereka juga siap untuk melakukan jihad.
Cite
CITATION STYLE
Anam, W. (2020). The Understanding of Hadith on Jihad in LDII: A Study of Wali Barokah Kediri and Gading Mangu Jombang Pesantrens. Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 10(2), 321–341. https://doi.org/10.15642/mutawatir.2020.10.2.321-341
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.