Abstract
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana perkembangan impor beras di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan impor beras di Indonesia. Penelitian ini mengambil studi kasus negara Indonesia. Dalam penelitian ini akan dilihat dan menganalisis perkembangan impor beras dalam kurun waktu 10 tahun atau dari periode tahun 2004-2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun data-data skunder yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan ADB (Asian Development Bank). Hasil penelitian ini adalah bahwa impor beras di Indonesia mengalami fluktuasi menurun, besarnya impor beras di Indonesia disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan besarnya impor beras di Indonesia juga disebabkan oleh produksi beras yang meningkat tetapi tingkat konsumsi lebih besar dibandingkan dengan produksinya. Kata kunci : impor beras, jumlah penduduk, produksi beras. A. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia juga termasuk negara agraris dimana sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani. Sampai sekarang ini sektor pertanian masih memberikan peranan penting dalam perekonomian nasional. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang menghadapi masalah pertanian, khususnya masalah pangan, dimana pada tahun 1984-1986 Indonesia pernah menjadi swasembada beras sedangkan sekarang menjadi negara pengimpor beras. Tahun 2005 Indonesia merupakan negara peringkat ketiga sebagai produsen padi terbesar setelah China dan India. Hal ini menunjukkan betapa besarnya hasil padi yang dihasilkan oleh Indonesia pada waktu itu. Indonesia sempat menjadi salah satu negara produsen padi terkemuka di dunia. Di tahun 2014, Indonesia menjadi produsen beras terbesar di dunia setelah China dan India. Tetapi beberapa tahun terakhir Indonesia perlu mengimpor sekitar 3 juta ton beras setiap tahunnya, terutama dari Thailand dan Vietnam, untuk mengamankan cadangan beras negara. Salah satu penyebab utamanya adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Penduduk Indonesia adalah pengkonsumsi beras terbesar di dunia dengan tingkat konsumsi 154 Kg per orang per tahun. Dibandingkan dengan rerata di China yang hanya 90 kg, India 74 Kg, Thailand 100 Kg dan Philipina 100 Kg. Hal ini mengakibatkan kebutuhan beras Indonesia menjadi tidak terpenuhi jika hanya mengandalkan produksi dalam negeri dan harus mengimpornya dari negara lain. Penyebab impor bahan pangan selanjutnya adalah luas lahan pertanian yang semakin sempit. Terdapat kecenderungan bahawa konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mengalami percepatan. Alih fungsi lahan sawah di jawa yang terus
Cite
CITATION STYLE
Febriaty, H. (2016). Analisis Perkembangan Impor Beras Di Indonesia. EKONOMIKAWAN: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 16(2), 134–141. https://doi.org/10.30596/ekonomikawan.v16i2.941
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.