Abstract
Akhir-akhir ini banyak ditemui kerusakan dini perkerasan jalan di Kota Cirebon baik berupa retak kecil (crack), pelepasan butiran (raveling) maupun pengelupasan lapisan perkerasan yang mengakibatkan terus meningkatnya biaya pemeliharaan jalan dalam setiap tahunnya yang disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi sejak perencaanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan proyek-proyek jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor dominan apa yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan jalan di Kota Cirebon, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan positif kepada instansi terkait. Penelitian menggunakan metode survey, melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, pemberi tugas dan pakar dibidangnya yang kemudian data kuesionernya diolah dengan analisa statistik SPSS 19 untuk menghasilkan tingkat hubungan antara variabel bebas (X) berupa faktor resiko yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan dan variabel (Y) berupa biaya pemeliharaan. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada 6 (enam) faktor yang paling dominan mempengaruhi peningkatan biaya pemeliharaan yaitu penawaran harga terlalu rendah (77.69), lemahnya pengendalian proyek (74.35), kesalahan estimasi biaya (70.39), material yang dikirim tidak sesuai permintaan (68.35), sub kontraktor tidak bekerja optimal (67.57) dan terjadinya bencana alam (62.88) terhadap biaya pemeliharaan.
Cite
CITATION STYLE
Edi Mulyana. (2021). Faktor Dominan Yang Berpengaruh pada Peningkatan Biaya Pemeliharaan Jalan di Kota Cirebon. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(3), 366–376. https://doi.org/10.36418/jist.v2i3.109
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.