Abstract
Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tumbuhan yang memiliki manfaat sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan infeksi virus. Daun kelor diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tannin, saponin, alkaloid, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel antiseptik dari infusa daun kelor terhadap jumlah angka kuman, serta evaluasi fisik sediaannya. Metode penelitian yang dilakukan pada uji angka kuman adalah menghitung jumlah koloni bakteri yang masih tumbuh pada media Nutrient Agar setelah dioleskan gel antiseptik infusa daun kelor, kemudian evaluasi sifat fisika gel meliputi organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, dan konsistensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa uji angka kuman pada F1, F2, dan F3, rata-rata koloni bakteri yang masih tumbuh setelah diinkubasi sebanyak 137, 113 dan 59 koloni. Pengujian pada kontrol positif (Nuvo®) dan kontrol negatif (basis gel), rata-rata koloni bakteri yang masih tumbuh sebanyak 17 dan 173 koloni. Uji organoleptis menunjukkan gel berbentuk semi padat, bewarna kehijauan dan bau khas daun kelor, pH berada pada rentang 4,5-6,5, tidak terlihat adanya butiran kasar pada sediaan gel (homogen), daya sebar berkisar antara 5,1 cm-5,5 cm, dan uji konsistensi tidak terjadi pemisahan fase. Dengan demikian, semakin tinggi konsentrasi infusa daun kelor dalam gel antiseptik, maka efektifitas antiseptiknya semakin baik.
Cite
CITATION STYLE
Dewi, A. P., Putriani, K., & Yesti, Y. (2023). Pengujian Gel Antiseptik Infusa Daun Kelor Terhadap Jumlah Angka Kuman Serta Evaluasi Fisik Sediaannya. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(2), 495–501. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i2.151
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.