Penerapan Fuzzy C-Means Pada Teknologi Adopsi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

  • Hafsari R
  • Nurcahyo G
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu badan usaha yang dilakukan oleh sekelompok atau individu yang tidak memiliki kaitan dengan perusahaan tertentu. Pasca pandemi COVID-19, menyebabkan pertumbuhan sektor ekonomi di Indonesia mengalami dampak yang signifikan, terutama pada sektor UMKM yang menjadi tumpuan masyarakat hingga saat ini. Pelaku UMKM membutuhkan strategi pemasaran digital di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 guna menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan mengintegrasikan teknologi informasi saat ini dan di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat teknologi adopsi UMKM di Kota Pekanbaru menggunakan Fuzzy C-Means. Kriteria yang digunakan pada penelitian ini di antaranya, nama UMKM, tahun mulai usaha, jenis usaha, jumlah tenaga kerja, modal, asset dan omset. Berdasarkan hasil análisis data yang dilakukan pada iterasi 1, metode Fuzzy C-Means belum menghasilkan nilai error yang diharapkan serta fungsi objektif yang diperoleh sebesar 439,8768.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hafsari, R., & Nurcahyo, G. W. (2021). Penerapan Fuzzy C-Means Pada Teknologi Adopsi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jurnal KomtekInfo, 183–188. https://doi.org/10.35134/komtekinfo.v8i3.165

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free