Abstract
Perubahan sosial yang terjadi di Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, telah mempengaruhi peran perempuan dalam masyarakat, di mana semakin banyak perempuan memilih untuk berkarier daripada menikah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perempuan berusia 25-40 tahun di Surabaya untuk mengejar karier. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dan stabilitas finansial memberikan perempuan keberanian untuk menolak pernikahan, serta mengubah pandangan mereka terhadap norma sosial yang ada. Selain itu, temuan ini mengindikasikan bahwa perempuan yang berpendidikan tinggi cenderung lebih mandiri dan mampu membuat keputusan berdasarkan kebahagiaan pribadi mereka. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya memahami pilihan hidup perempuan dalam konteks modern, serta perlunya dukungan kebijakan yang mendorong kesetaraan gender dan kesempatan kerja bagi perempuan.
Cite
CITATION STYLE
Wulan, N. (2025). Perempuan Berkarier dalam Perspektif Feminisme Radikal: Studi tentang Perempuan yang tidak menikah di Surabaya. Journal of Politics and Democracy, 4(2), 102–113. https://doi.org/10.61183/polikrasi.v4i2.82
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.