UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK, FRAKSI AIR, FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI N-HEKSAN DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl)

  • Yuniarni U
  • Sunardi C
  • - M
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) merupakan tumbuhan obat multi guna, dian- taranya berkhasiat terhadap penyakit yang terinfeksi oleh mikroorganisme. Pada penelitian ini telah dilakukan ekstraksi dan fraksinasi daun pecut kuda dengan metode ekstraksi cair-cair. Ekstrak dan fraksi-fraksi yang diperoleh diuji aktivitasnya terhadap bakteri Escherichia coli (ATCC 9001), Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus epidermidis (ATCC 12228). Fraksi yang memberikan aktivitas paling tinggi selain ditentukan Konsentrasi Hambat Mini- mum (KHM), juga dilakukan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk menetapkan golongan sen- yawa dominan yang terdapat dalam fraksi tersebut. Sebagai pembanding digunakan Tetrasiklin HCl dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air memberikan aktivitas terhadap Escherichia coli, dengan KHM untuk ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi air = 7,5 mg/mL dan untuk fraksi etil asetat 4,3 mg/mL. Setelah dibandingkan dengan Tetrasiklin HCl, maka 250 mg/mL ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air sebanding dengan masing-masing 12,683 µg/mL, 8,135 µg/mL, 105,4 µg/mL, dan 6,817 µg/mL. Ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi air memberikan aktivitas terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan KHM 15,6 mg/mL. Setelah dibandingkan dengan Tetrasiklin HCl maka 250 mg/mL ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi air masing-masing sebanding dengan 5,981 µg/mL, 5,336 µg/mL, dan 8,026 µg/mL. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memberikan aktivitas ter- hadap Staphylococcus epidermidis dengan KHM 15,6 mg/mL. Setelah dibandingkan dengan Tetrasiklin HCl, maka 250 mg/mL ekstrak etanol dan fraksi etil asetat sebanding dengan 13,487 µg/mL dan 36,1 µg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memberikan aktivitas paling tinggi terhadap Escherichia coli dengan KHM 4,3 mg/mL. Fraksi tersebut pada kromatogram KLT menunjukkan adanya bercak golongan fenolat pada Rf 0,4.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuniarni, U.-, Sunardi, C.-, & -, M.-. (2018). UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK, FRAKSI AIR, FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI N-HEKSAN DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl). Jurnal Sains Dan Teknologi Farmasi Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.58327/jstfi.v2i2.28

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free