Abstract
Derajat keasaman (pH) saliva memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan mulut. Salah satu faktor yang menyebabkan perubahan pH saliva adalah kadar gula darah puasa yang diakibatkan oleh Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar gula darah puasa dengan perubahan pH saliva pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik korelatif menggunakan cross-sectional design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel kadar gula darah puasa dan pH saliva dilakukan secara langsung melalui door to door. Hasil uji korelasi menggunakan Pearson Product Moment, menunjukkan adanya hubungan bermakna yang lemah dengan arah negatif (p = 0,03; r = -0,393), yang berarti semakin tinggi kadar gula darah puasa maka semakin rendah derajat keasamaan pH saliva, begitu pula sebaliknya. Hasil penelitiaan ini diharapkan bermanfaat bagi penderita DM tipe 2 untuk menjaga kadar glukosa darah puasanya sehingga komplikasi kesehatan mulut yang diakibatkan oleh penurunan pH saliva dapat dicegah.
Cite
CITATION STYLE
Putri, P. E. A., Widyanthari, D. W. M., & Juniartha, I. G. N. (2021). HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN PH SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) TIPE 2. Coping: Community of Publishing in Nursing, 9(6), 657. https://doi.org/10.24843/coping.2021.v09.i06.p04
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.