Abstract
Masyarakat suku Sasak pada umumnya dan penutur bahasa Sasak dialek nggeto-nggete, khususnya yang berdomisili di desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat memiliki perbedaan status sosial. Perbedaan status sosial ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain (1) status kebangsawanan, (2) status ekonomi, (3) tingkat pendidikan (tinggi rendahnya pendidikan seseorang), dan (4) status sosial karena seseorang telah menjadi haji. Variasi status sosial tersebut mempengaruhi kegiatan interaksi sosial, termasuk keunikan di dalam interaksi berbahasa, seperti cara menyapa, memberi salam, dan cara memanggil. Dengan kata lain, variasi-variasi tersebut menuntut cara menyapa, memberi salam, dan cara memanggil yang berbeda antara satu dan lainnya. Bagi masyarakat Wanasaba, perbedaan status sosial sangat berperan dalam mengubah bentuk sapaan/panggilan.
Cite
CITATION STYLE
Fakihuddin, L. (2019). KEUNIKAN SAPAAN DAN PANGGILAN DALAM BAHASA SASAK DIALEK NGGETO-NGGETE. MABASAN, 7(1), 10–16. https://doi.org/10.26499/mab.v7i1.168
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.