Abstract
Terumbu karang berfungsi sebagai tempat hidup biota laut sekaligus protektor dari abrasi dan sedimentasi, sehingga diperlukan upaya pelestarian, perlindungan, dan rehabilitasinya. Diantara teknologi rehabilitasi yang banyak dikembangkan adalah terumbu karang buatan metode akresi mineral secara insitu. Implementasi yang hanya berkutat secara insitu melatarbelakangi penulis untuk membuat desain terumbu karang buatan melalui metode serupa secara exsitu. Tujuannya supaya tersedia media bagi pembibitan karang secara cepat yang memiliki kualitas kekuatan dan ketahanan sebelum diaplikasikan secara insitu, memudahkan penelitian terhadap karang yang dapat tumbuh dan bertahan pada media tersebut, dan meminimalisasi pengambilan sebagian karang di laut bagi pecinta aquascape. Metode yang digunakan mengacu pada petunjuk teknis perekayasaan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Hasilnya berupa desain terumbu karang buatan dengan material besi berdiameter 8 mm sebagai katoda dan campuran arang tempurung kelapa dengan semen sebagai anoda. Besi dibentuk kerangka balok berdimensi panjang 15 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm. Catu daya yang dibutuhkan harus memiliki output 0,380 A pada tegangan 6 Volt DC, sehingga nilai resistansi yang diibutuhkan sebesar 15,78 Ohm. Kesimpulannya yaitu desain terumbu karang buatan dengan metode akresi mineral pada sistem aquarial berhasil dibuat setelah memperhitungkan besaran arus listrik pada elemen biorock dinilai aman bagi biota laut dalam aquarium.
Cite
CITATION STYLE
Wasis Widyanto, S., Radhitia Prasetiawan, N., & Ma’muri. (2023). DESAIN TERUMBU KARANG BUATAN DENGAN METODE AKRESI MINERAL PADA SISTEM AQUARIUM. Journal Sains Dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN), 1(1), 9–15. https://doi.org/10.24905/sintasan.v1i1.18
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.