Abstract
Refluks laringofaring (RLF) adalah refluks cairan lambung melalui esofagus ke daerah laringofaring. Prevalensi RLF 15–20%, dan menjadi salah satu penyebab rinosinusitis kronik. Insidensi RLF pada penderita rinosinusitis kronik sebesar 37–72%. Prevalensi rinosinusitis kronik 16,3% pada dewasa dan berefek terhadap kualitas hidup. Omeprazol dan lansoprazol adalah proton pump inhibitor (PPI), digunakan sebagai terapi RLF, juga digunakan pada rinosinusitis kronik akibat RLF. Dilakukan penelitian periode Juni–Desember 2009. Penelitian ini merupakan randomized clinical trial dengan pengamatan open trial. Keikutsertaan 20 subjek penelitian dengan consecutive sampling, dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda (dengan cara randomisasi sederhana) dalam pemberian PPI (omeprazol dan lansoprazol). Dilakukan pemeriksaan fisis THT, pengisian kuesioner sino-nasal outcome test 20, reflux symptom index, dan reflux finding score dengan menggunakan rinolaringoskopi serat lentur. Evaluasi setelah pemberian terapi 2 minggu dan 2 bulan. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara omeprazol dan lansoprazol terhadap perbaikan derajat berat refluks laringofaring (p>0,05), namun perbaikan kualitas hidup pada kelompok perlakuan lansoprazol lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok perlakuan omeprazol (p<0,05). Simpulan, lansoprazol lebih efektif dibandingkan dengan omeprazol dalam memperbaiki kualitas hidup pada penderita rinosinusitis kronik akibat RLF. [MKB. 2012;44(3):138–46].
Cite
CITATION STYLE
Kurniawati, T., Madiadipoera, T., Sarbini, T. B., & Saifuddin, O. M. (2012). Perbandingan Efektivitas antara Omeprazol dan Lansoprazol terhadap Perbaikan Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronik Akibat Refluks Laringofaring. Majalah Kedokteran Bandung, 44(3), 138–146. https://doi.org/10.15395/mkb.v44n3.135
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.