PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA GEMPOL MEDE

  • Annafisah D
  • Salsabilla A
  • Mahbubah A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat Faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama permasalahan hipertensi, seperti pola makan yang tidak sehat kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Hipertensi pada usia 60 tahun ke atas memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan gangguan fungsi ginjal Relaksasi Otot Progresif (ROP) adalah teknik yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Teknik ini melibatkan proses pengencangan dan pelemasan otot secara sistematis pada berbagai kelompok otot di tubuh, mulai dari kepala hingga kaki atau sebaliknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan fisik dan mental, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan tekanan darahProgram pengabdian kepada masyarakat ini meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi tentang kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dengan cara ROP terhadap penurunan tekanan darah melalui persentasi interaktif dan pelatihan melibatkan praktik langsung terapi ROP selama 20 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesiapan manajemen kesehatan pada lansia terkait penyakit hipertensi yang diderita. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi penurunan yang signifikan pada semua indikator yang diukur yaitu tekanan darah sebelum dan sesudah dilakuan Relaksasi Otot Progresif (ROP). pemberian ROP tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak memiliki rata-rata 144. Menjadi rata-rata tekanan darah sistolik adalah 140.58 mmHg.Dan rata-rata diastolik 83.50 mmHg menjadi 80.58 mmHg. Program ini dapat direplikasi dan diadaptasi serupa untuk komunitas lain dengan masalah yang serupa.pada lansia yang mengikuti kegiatan Gempol Mede di Desa Bakalan Krapyak sebanyak 12 responden lansia dengan hipertensi menunjukkan ada perbedaan dilihat dari nilai sig. (0.000). Penurunan tekanan darah setelah terapi relaksasi otot progresif ini mengindikasikan bahwa metode ROP ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Annafisah, D. A., Salsabilla, A. D., Mahbubah, A., Lestari, E. D., Firmansyah, A., Sholichah, A. A., … Eswanti, N. (2025). PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA GEMPOL MEDE. Jurnal Abdimas Indonesia, 7(1), 27–34. https://doi.org/10.26751/jai.v7i1.2778

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free