PENGUJIAN POTENSI ANTIJAMUR EKSTRAK AIR KAYU SECANG TERHADAP Aspergillus niger DAN Candida albicans

  • Karlina Y
  • Adirestuti P
  • Agustini D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
211Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Khasiat kayu secang sebagai minuman sudah banyak dikenal. Beberapa contoh penggunaan secara empiris adalah untuk mengatasi nyeri akibat gangguan sirkulasi darah, penawar racun bagi tubuh, antiseptik, antibakteri dan antikoagulan. Semua khasiat tersebut terkait dengan metabolit sekundernya, antara lain flavonoid, polifenol, terpenoid dan tanin yang membuat kayu secang memiliki aktivitas antibakteri. Pada penelitian sebelumnya diketahui fraksi metanol, ekstrak dan fraksi etanol dari kayu secang, menunjukan aktivitas antibakteri. Berdasarkan alasan tersebut, telah dilakukan penelitian tentang uji potensi kayu secang terhadap pertumbuhan Aspergillus niger dan Candida albicans. Ekstraksi dilakukan dalam pelarut air (mineral kemasan, pH 3,0 dan pH 7,0); pada suhu 60°C selama 30 menit. Mikroorganisme uji adalah Aspergillus niger dan Candida albicans. Potensi antimikroba diukur berdasarkan daya hambat pada kedua mikroba uji dengan metode difusi perforasi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air pH 3,0 dengan konsentrasi 20% mampu menghambat kapang dan khamir dengan diameter 9,69 dan 9,42 mm. Metabolit berupa flavonoid dan terpenoid diduga yang berperan dalam hal ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Karlina, Y., Adirestuti, P., Agustini, D. M., Fadhillah, N. L., Fauziyyah, N., & Malita, D. (2016). PENGUJIAN POTENSI ANTIJAMUR EKSTRAK AIR KAYU SECANG TERHADAP Aspergillus niger DAN Candida albicans. Chimica et Natura Acta, 4(2), 84. https://doi.org/10.24198/cna.v4.n2.10676

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free