Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di gedung perkantoran PLN UID Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional, mengumpulkan data primer melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur, yang dilengkapi dengan data sekunder dari tinjauan dokumen. Temuan tersebut mengungkapkan adanya kesenjangan antara standar keselamatan kebakaran dan kondisi sebenarnya, seperti penempatan APAR yang tidak tepat, tanggal kadaluwarsa yang tidak jelas, dan distribusi APAR yang tidak merata di setiap gedung. Analisis risiko mengidentifikasi bahaya dari masalah ini, termasuk keterlambatan respons kebakaran dan potensi kegagalan APAR selama keadaan darurat. Menghitung kebutuhan APAR berdasarkan Peraturan Permenakertrans No. 04/MEN/1980 dan NFPA-10 edisi 2022 menghasilkan rekomendasi untuk redistribusi APAR. Berdasarkan perhitungan ini, tiga gedung (C, F, I) ditemukan memiliki kelebihan 13 APAR, sementara empat gedung (A, B, D, E) kekurangan 9 APAR. Rekomendasi tersebut menyarankan untuk memindahkan 11 APAR dari Gedung F: 4 APAR ke Gedung A, 3 APAR ke Gedung B, dan 2 APAR masing-masing ke Gedung D dan E. Redistribusi ini memastikan jumlah APAR yang tepat di setiap gedung, meningkatkan manajemen keselamatan kebakaran di gedung-gedung kantor PLN UID Jawa Timur. Tindakan ini bertujuan untuk menyelaraskan distribusi APAR dengan persyaratan keselamatan.
Cite
CITATION STYLE
Prastya, D. N. H., Martiana, T., & Parlan. (2025). Evaluasi dan Re-Mapping APAR di Lingkungan Gedung Perkantoran PLN UID Jawa Timur. Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology, 6(2), 99–105. https://doi.org/10.52158/jaceit.v6i2.976
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.