Abstract
Lulur wajah merupakan bagian perawatan kulit yang sering dilakukan ibu-ibu dan remaja putri. Seiring dengan kesadaran back to nature, maka lulur menggunakan bahan-bahan dari sumber alam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan pentingnya perawatan kulit wajah dan pembuatan lulur wajah dari daun sirsak. Daun sirsak mengandung bahan bioaktif yang yang bersifat antioksidan dan antibakteri. Kegiatan dilakukan di desa Tanjung Atap, kecamtan Tanjung Batu, kabupaten Ogan Ilir yang diikuti oleh 26 peserta. Tanaman sisrsak mudah ditemukan di desa tersebut yang tumbuh di pekarangan. Peserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam penyuluhan maupun pelatihan. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap penyuluhan dan pelatihan yang diberikan. Selain itu dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat penerimaan terhadap produk lulur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit dan pembuatan lulur dari daun sirsak. Peningkatan pemahaman peserta sebesar 93.03% dari semula tidak paham dan kurang paham. Hasil uji organoleptik menunjukkan sebanyak 85,36% peserta menyatakan sangat suka dan 14,64% menyatakan suka terhadap produk lulur wajah dari daun sirsak. Dengan kegiatan pengabdian ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya perawatan kulit menggunakan sumber daya alam. Lulur dari bahan alam selain aman, murah dan terhindar efek samping dari bahan kimia. Facial scrubs are a part of skin care that is often done by mothers and young women. In line with back to nature awareness, body scrubs use ingredients from natural sources. This community service activity aims to provide counseling and training on the importance of skin care and making facial scrubs from soursop leaves. Soursop leaves contain bioactive ingredients which are antioxidant and antibacterial. The activity was carried out in Tanjung Atap village, Tanjung Batu sub-district, Ogan Ilir district and was attended by 26 participants. The soursop plant is easy to find in the village growing in the yard. Activity participants play an active role in activities both in counseling and training. Evaluations are carried out before and after the activity to determine the level of participants' understanding of the counseling and training provided. Apart from that, an organoleptic test was carried out to determine the level of acceptance of the body scrub product. The results of the activity showed that there was an increase in public understanding of the importance of maintaining healthy skin and making body scrubs from soursop leaves. The increase in participants' understanding was 93.03% from not understanding or not understanding. The organoleptic test results showed that 85.36% of participants said they really liked it and 14.64% said they liked the facial scrub product made from soursop leaves. With this service activity, people are increasingly aware of the importance of skin care using natural resources. Scrubs made from natural ingredients are safe, cheap and avoid the side effects of chemicals.
Cite
CITATION STYLE
Hariani, P. L., Fatma, F., Said, M., Ahadito, B. R., & Rohendi, D. (2025). PELATIHAN PEMBUATAN LULUR WAJAH DARI DAUN SIRSAK (Annona Muricata L) UNTUK MENDAPATKAN KULIT SEHAT DI DESA TANJUNG ATAP. Jurnal Pepadu, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i1.6149
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.