Abstract
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan para guru SD se-Kota Palembang dalam memanfaatkan wayang kulit Palembang sebgai media kegiatan belajar mengajar. Wayang kulit sebagai produk budaya lokal tentunya memiliki aspek pendidikan di dalamnya terutama nilai-nilai budi pekerti dalam setiap cerita dan tokohnya. Dasar kegiatan ini didasari dari kemerosotan moral generasi muda Indonesia pada umumnya dan kota Palembang pada khususnya sering kita lihat dan dengar baik di media elektonik maupun cetak. Marak ditemui pada berbagai lini kehidupan, misalnya tawuran antar pelajar, fenomena geng motor, prostitusi on line, penyalah gunaan narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya. Gejala seperti itu dapat mengancam generasi bangsa Indonesia dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkarater dan unggul. Kegiatan ini dilakukan dalam satu hari kegiatan yang bertempat di Gramedia World Palembang dengan peserta sebanyak 130 guru SD. Dalam kegiatan ini para guru diberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pertunjukan wayang kulit, memanfaatkan wayang kulit sebagai media belajar dengan cara mewarnai atau menggambar figur wayang . Maka dengan belajar wayang kulit ini guru dapat menanmkan nilai nilai keluhuran budipekerti seperti religiusitas, toleransi, dan kejujuran.
Cite
CITATION STYLE
Laksana, R. B., Rusdi, K. A. W., & Anjasprana, A. (2023). Workshop Belajar Budi Pekerti Melalui Wayang Kepada Guru SD Se-Kota Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(6), 567–572. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i6.208
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.