FAKTOR SOSIAL EKONOMI PENENTU ADOPSI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI BANGKA BELITUNG

  • Fachrista I
  • Hendayana R
  • Risfaheri R
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Usahatani padi sawah di Bangka Belitung dikategorikan baru berkembang dan produktivitas padi sawah hanya mencapai 3,54 t/ha. Peningkatan produktivitas padi sawah dapat dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Percepatan arus informasi dan adopsi inovasi teknologi PTT padi sawah telah dilakukan melalui Pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). tingkat adopsi petani terhadap komponen PTT padi sawah; (2). faktor sosial ekonomi penentu keputusan petani dalam mengimplementasikan PTT padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada Maret - Desember 2011 dengan metode survei. Jumlah responden 54 orang peserta SL-PTT di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Selatan. Tingkat adopsi petani terhadap komponen PTT dianalisis secara deskriptif, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dianalisis dengan menggunakan model regresi logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). komponen PTT yang tingkat adopsinya tinggi yaitu varietas unggul, penanganan panen dan pascapanen, tanam bibit muda dan cara pengolahan lahan sesuai musim; (2). faktor-faktor sosial ekonomi yang menjadi penentu bagi petani dalam mengadopsi PTT padi sawah yaitu pendidikan, luas lahan, jarak pemukiman ke usahatani padi, jalan raya, pasar input, dan sumber teknologi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fachrista, I. A., Hendayana, R., & Risfaheri, R. (2015). FAKTOR SOSIAL EKONOMI PENENTU ADOPSI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI BANGKA BELITUNG. Informatika Pertanian, 22(2), 113. https://doi.org/10.21082/ip.v22n2.2013.p113-120

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free