BARANG SEHARI-HARI SEBAGAI METAFOR DALAM PENCIPTAAN SENI PATUNG

  • Sufajar H
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Barang Sehari-hari Sebagai Metafor dalam Penciptaan Seni Patung sebagai judul pada tugas akhir. Ketertarikan penulis dengan barang sehari-hari karena penulis merasa setiap barang yang ditemuinya mempunyai  nilai  estetik  dan  mempunyai  karakter   bentuknya   yang menarik untuk diwujudkan ke dalam  karya  seni  patung.  Karena itulah penulis tertarik menggunakan material barang sehari-hari sebagai sumber ide penciptaan  karya  seni  patung.  Barang sehari-hari yang digunakan penulis adalah barang yang sering ditemui penulis seperti barang yang sudah tidak terpakai, found object atau objek temuan dan barang yang tersedia oleh alam. Barang-barang yang dipilih akan diolah menjadi karya seni patung melalui proses penggabungan dan metafor sehingga memiliki bentuk dan pemaknaan yang baru. Sebuah karya seni patung dapat diwujudkan menggunakan material barang sehari-hari yang telah melalui proses pengolahan estetik dan metafor. Barang dipilih untuk diolah dan digabungkan menjadi bentuk baru dengan nilai fungsi yang berbeda. Nilai fungsi yang berbeda pada barang yang dimaksud penulis karena adanya proses pengolahan metafor pada barang sehari-hari menjadi sebuah karya seni patung yang mempunyai maksud dan nilai ungkap yang akan disampaikan oleh penulis. Sehingga dalam karya ini, penulis mencoba merubah bentuk dan menggabungkan barang sehari-hari yang awalnya bersifat fungsional atau non fungsional menjadi sebuah karya seni patung.Kata kunci : Barang sehari-hari, found object, metafor.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sufajar, H. B. (2020). BARANG SEHARI-HARI SEBAGAI METAFOR DALAM PENCIPTAAN SENI PATUNG. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(2), 101–106. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i2.5098

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free