Abstract
Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Intensitas Pengguna media sosial tertinggi berada pada kelompok usia 13-18 tahun (remaja). media sosial dapat mempengaruhi terciptanya citra tubuh yang ideal dan penampilan yang menarik melalui foto atau gambar yang diunggah sehingga menyebabkan remaja yang menggunakan media sosial dan melihat unggahan tersebut merasa rendah diri dan menginginkan tubuh serupa yang berdampak pada gangguan makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 282 responden penelitian adalah siswa-siswi SMAN 5 Jakarta yang mengisi kuesioner penelitian. Penelitian dilakukan pada Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji gamma untuk menguji hubungan signifikan antara variabel intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan. Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000), dan hubungan antara body image dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.
Cite
CITATION STYLE
Bunga Sovani Firdawiyanti, Eka Andriani, & Sabrina. (2023). Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Body Image dengan Gangguan Makan Siswa SMAN 5 Jakarta. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(9), 1862–1868. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i9.3628
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.