Hubungan Tingkat Kebiasaan Merokok dengan Stadium Katarak Senilis di Poliklinik Katarak dan Bedah Refraktif (KBR) Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

  • Muliani R
  • Simanjuntak R
  • Jundiah S
N/ACitations
Citations of this article
90Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia, termasuk Indonesia. Katarak senilis adalah katarak yang paling sering ditemukan. Katarak senilis merupakan proses penuaaan dengan banyak faktor yang terlibat pada kematangan katarak senilis seperti faktor keturunan, radiasi ultraviolet, pola makan, krisis dehidrasi, dan merokok. Merokok adalah salah satu penyebab yang terlibat pada kematangan katarak senilis karena merokok menyebabkan penumpukan molekul berpigmen -3 hydroxykhynurine dan chromophores yang menyebabkan terjadinya penguningan warna lensa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebiasaan merokok dengan stadium katarak senilis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien katarak senilis yang berobat di Poliklinik Katarak dan Bedah Refraktif (KBR) Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Indonesia, yang memiliki kebiasaan merokok. Sebanyak 337 pasien dilibatkan pada penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengambilan data rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 61,7% pasien adalah perokok ringan dan 66,2% adalah pasien dengan katarak senilis imatur. Dari hasil uji Chi-square didapatkan nilai p = 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara tingkat kebiasaan merokok dengan stadium katarak senilis.   Kata kunci: katarak; stadium katarak senilis; merokok

Cite

CITATION STYLE

APA

Muliani, R., Simanjuntak, R., & Jundiah, S. (2020). Hubungan Tingkat Kebiasaan Merokok dengan Stadium Katarak Senilis di Poliklinik Katarak dan Bedah Refraktif (KBR) Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Journal of Medicine and Health, 2(5). https://doi.org/10.28932/jmh.v2i5.1896

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free