Abstract
Jumlah umat muslim yang besar dengan identitas budayanya di tengah kemajuan media sosial membuat nilai Islam menjelma menjadi ‘gejala pasar’ yang dapat dipertukarkan untuk meraih keuntungan. Maka nilai Islam mengalami komodifikasi, yaitu transformasinya mejadi komoditas yang bernilai komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana konten nilai islami dikomodifikasi oleh akun online shop busana muslim melalui media sosial Instagram dan bagaimana pemaknaan terhadap konten islami yang dikomodifikasi tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka (library research), mendasarkan pada paradigma konstruktivisme, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mendasarkan pada teori ytafsir kontekstual. Hasilnya: bahwa beberapa online shop busana muslim di instagram telah melakukan komodifikasi nilai-nilai islami dengan menvisualkan konten-konten islami pada promosi produk-produk brand mereka. Mereka ingin membangun kesan sebagai brand yang islami. Instagram dipilih karena media ini memiliki banyak kelebihan dan cocok untuk pengiklanan; bahwa dalam pandangan tafsir kontekstual, komodifikasi nilai islam ini tidak termasuk dalam larangan tindakan menjual ayat Allah dalam QS. 2: 41 dan QS. 5: 44, Sebab komodifikasi nya tidak sampai menyembunyikan kebenaran Islam. Konten ini justru turut menjadi media penyebaran nilai islam di dunia digital secara cuma-cuma. Yang diperlukan adalah adanya pengawasan agar tetap dalam koridor islam.
Cite
CITATION STYLE
Amalia, I. (2022). KOMODIFIKASI NILAI ISLAM SEBAGAI ALAT PROMOSI BUSANA MUSLIM DI INSTAGRAM. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 5(2). https://doi.org/10.14421/lijid.v5i2.3806
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.