Pemodelan Spasial Daerah Rawan Banjir di DAS Batu Merah Kota Ambon

  • Latue T
  • Latue P
N/ACitations
Citations of this article
139Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Curah hujan yang tinggi yang terjadi tiga bulan terakhir menyebabkan terjadinya banjir di beberapa daerah Kota Ambon. Pemodelan daerah rawan banjir di Kecamatan DAS Batu Merah sangat diperlukan untuk memberikan informasi sebagai langkah awal upaya mitigasi bencana banjir ke depannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial tingkat kerewana banjir dan permukiman yang terdampak di DAS Batu Merah. Metode yang digunakan yaitu pembobotan dan skoring atau weighted scoring dilakukan setelah proses klasifikasi nilai dalam tiap variabel. Variabel yang mempengaruhi terjadinnya banjir pada penelitian ini terdiri dari ketinggian lahan, kemiringan lereng, pengunaan lahan, jarak dari sungai, jenis tanah dan curah hujan. Penentuan bobot dan skor pada penelitian ini bersifat expertise judgment yaitu mengambil pendapat para ahli atau penelitian sebelumnya. Hasil pembobotan kemudian dilakukan dioverlay untuk mendapatkan peta kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir didominasi oleh tingkat kerawanan rendah sebesar 164.08 ha, kerewanan sedang sebesar 356.04 ha dan kerawanan tinggi seluas 134.90 ha. Hasil pemodelan dan observasi di lapangan menunjukkan bahwa luas permukiman yang terdampak banjir yaitu seluas 283.47 ha. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan dasar dalam upaya mitigasi bencana banjir ke depannya guna meminimalisir kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fisik di DAS Batu Merah, Kota Ambon

Cite

CITATION STYLE

APA

Latue, T., & Latue, P. C. (2023). Pemodelan Spasial Daerah Rawan Banjir di DAS Batu Merah Kota Ambon. Buana Jurnal Geografi, Ekologi Dan Kebencanaan, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.56211/buana.v1i1.341

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free