Skrining Kesehatan Kulit Remaja Berbasis Sekolah: Analisis Kadar Minyak, Air, dan Hidrasi Kulit di SMA Tarakanita Citra Raya

  • Moniaga C
  • Santoso A
  • Gunaidi F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Adolescence is a transitional period that is highly susceptible to various skin problems due to hormonal changes, environmental exposure, and suboptimal skincare habits. This community service activity aimed to assess the skin health status of adolescents through screening of skin oil, water, and hydration levels using a digital skin analyzer. The activity was conducted at SMA Tarakanita Citra Raya, involving 144 students as respondents. Skin assessments were performed on the forearm using a standardized tool, with results categorized into clinical classifications: dry, neutral, and oily for oil level; dry, neutral, and excessive for water level; and five hydration categories ranging from dry to moist. The findings indicated that the majority of respondents were 16 years old (55.6%), with females comprising a slightly higher proportion (54.2%). A total of 45.8% were classified as having dry skin based on oil levels, and 49.3% had low water content in their skin. However, hydration status was found to be optimal in 95.8% of the participants. These results suggest a physiological imbalance between sebum levels and skin moisture, underlining the need for continuous education on appropriate skincare practices. This screening activity demonstrates significant potential as a promotive and preventive intervention to support adolescent skin health within the school setting.Remaja adalah masa transisi yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kulit akibat perubahan hormonal, paparan lingkungan, dan kebiasaan perawatan kulit yang kurang optimal. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan kulit remaja melalui skrining kadar minyak, air, dan tingkat hidrasi kulit menggunakan alat analisis kulit digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Tarakanita Citra Raya, melibatkan 144 siswa sebagai responden. Penilaian kulit dilakukan pada lengan bawah menggunakan alat standar, dengan hasil dikategorikan ke dalam klasifikasi klinis: kering, netral, dan berminyak untuk tingkat minyak; kering, netral, dan berlebihan untuk tingkat air; serta lima kategori hidrasi mulai dari kering hingga lembap. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun (55,6%), dengan proporsi perempuan sedikit lebih tinggi (54,2%). Sebanyak 45,8% diklasifikasikan memiliki kulit kering berdasarkan tingkat minyak, dan 49,3% memiliki kandungan air rendah pada kulit mereka. Namun, status hidrasi ditemukan optimal pada 95,8% peserta. Hasil ini menunjukkan ketidakseimbangan fisiologis antara tingkat sebum dan kelembapan kulit, menyoroti kebutuhan akan pendidikan berkelanjutan tentang praktik perawatan kulit yang tepat. Kegiatan skrining ini menunjukkan potensi signifikan sebagai intervensi promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan kulit remaja di lingkungan sekolah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Moniaga, C. S., Santoso, A. H., Gunaidi, F. C., Abizar Rafi, M. A., & Dava Pratama, M. K. (2025). Skrining Kesehatan Kulit Remaja Berbasis Sekolah: Analisis Kadar Minyak, Air, dan Hidrasi Kulit di SMA Tarakanita Citra Raya. Jurnal Pengabdian West Science, 4(07), 997–1006. https://doi.org/10.58812/jpws.v4i07.2416

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free