Abstract
Kekerasan seksual dan perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di Pondok Pesantren MAS Ulul Albab Kota Ternate. Program pelatihan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, serta deklarasi dan penandatanganan pakta integritas anti kekerasan seksual dan perundungan. Peserta pelatihan adalah 39 santri putri pondok pesantren. Efektivitas program dinilai menggunakan indikator pemahaman peserta terhadap materi pelatihan, keterampilan praktik, sikap terhadap pencegahan, penilaian pelaksanaan pelatihan, kepuasan terhadap fasilitator, dan keterlibatan peserta. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan sangat berhasil dan efektif, dengan nilai rata-rata 84,4 dari 100 untuk semua indikator. Peserta menunjukkan tingkat pemahaman yang tinggi (87,2), sikap positif (82,2), dan keterampilan praktis (80,9) terkait pencegahan kekerasan seksual dan perundungan. Mereka juga menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan pelatihan (82,9) dan fasilitator (86,3). Keberhasilan program ini berkat pengalaman fasilitator dan pendekatan berbasis komunitas yang sesuai untuk menangani kasus-kasus tingkat individu. Studi ini menyoroti pentingnya program pelatihan tersebut dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif di pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.Sexual violence and bullying are serious issues that can negatively impact the physical, psychological, and social development of adolescents. This study aimed to evaluate the effectiveness of a training program on the prevention of sexual violence and bullying at MAS Ulul Albab Islamic Boarding School in Ternate City. The training program consisted of three stages: socialization, training, and a declaration and signing of an integrity pact against sexual violence and bullying. The participants were 39 female students from the boarding school. The effectiveness of the program was assessed using indicators such as participants' understanding of the training material, practical skills, attitudes towards prevention, assessment of the training implementation, satisfaction with the facilitators, and participant involvement. Data were collected through tests, questionnaires, observations, and interviews, and analyzed descriptively using simple statistics. The results showed that the training program was highly successful and effective, with an average score of 84.4 out of 100 across all indicators. Participants demonstrated a high level of understanding (87.2), positive attitudes (82.2), and practical skills (80.9) related to the prevention of sexual violence and bullying. They also expressed high satisfaction with the training implementation (82.9) and the facilitators (86.3). The program's success was attributed to the facilitators' experience and the community-based approach, which is suitable for addressing individual-level cases. This study highlights the importance of such training programs in creating a safe and conducive learning environment in Islamic boarding schools and other educational institutions.
Cite
CITATION STYLE
Suparman, S., Hamid, H., & Haerullah, A. (2024). EFEKTIVITAS PELATIHAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DAN BULLYING DI MAS ULUL ALBAB KOTA TERNATE. Jurnal Abdi Insani, 11(4), 2218–2129. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.2097
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.