Peran Vitamin D Dalam Meningkatkan Respons Imunitas Terhadap Infeksi Sars-Cov-2

  • Utami D
  • Yasmon A
N/ACitations
Citations of this article
57Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) perdana ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina sebagai gangguan pernapasan akut. Etiologi karena varian baru SARS-CoV (SARS-CoV-2). Infeksi manusia dengan SARS-CoV-2 biasanya dikaitkan dengan penyakit pernapasan ringan hingga berat, bermanifestasi sebagai demam tinggi, peradangan parah, batuk serta disfungsi organ dalam, dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Bentuk aktif vitamin D memberikan aktivitas pada respons imun bawaan dan didapat serta stabilitas membran endotel. Vitamin D adalah pengatur utama sistem renin-angiotensin yang digunakan oleh virus ini untuk masuk ke sel penjamu. Vitamin D meningkatkan produksi alami peptida anti mikroba dan mengaktifkan sel pertahanan seperti makrofag untuk mendegradasi SARS-CoV-2. Vitamin D memodulasi berbagai mekanisme sistem imunitas untuk menahan virus yang mencakup meredam masuk dan bereplikasi serta mengurangi konsentrasi sitokin pro-inflamasi dan meningkatkan konsentrasi sitokin anti-inflamasi. Namun literatur belum seluruhnya setuju akan hipotesis ini sehingga perlu dibuktikan dengan uji klinis dan dikaji lebih dalam lagi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Utami, D. D., & Yasmon, A. (2022). Peran Vitamin D Dalam Meningkatkan Respons Imunitas Terhadap Infeksi Sars-Cov-2. Journal of Comprehensive Science (JCS), 1(3), 228–224. https://doi.org/10.59188/jcs.v1i3.47

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free