Pengembangan Atraksi Ekowisata Pesisir Melalui Identifikasi: Terumbu Karang, Lamun dan Mangroves (Studi Kasus: Ekosistem Wilayah Pesisir Dusun Rangko)

  • SERAN M
  • Hutagalung S
  • Rudiyanto R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ekosistem pesisir yang diidentifikasi meliputi ekosistem lamun, bakau, dan terumbu karang. Melalui identifikasi ini maka penelitian ini mengembangkan sejumlah peluang ekowisata pesisir yang mencakup didalamnya ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang yang tersebar di beberapa titik di wilayah pesisir Desa Rangko. Metode pengumpulan datanya adalah deskripsi kualitatif berdasarkan observasi langsung, identifikasi lapangan dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan terdapat keanekaragaman ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan ekowisata pesisir di kawasan pesisir Rangko mempunyai peluang untuk dikembangkan melalui beberapa kegiatan ekowisata, seperti snorkeling, memancing, mendayung, mengamati burung, dan menanam mangrove.

Cite

CITATION STYLE

APA

SERAN, M. Y., Hutagalung, S., Rudiyanto, R., Sandrio, L., & Ciptosari, F. (2023). Pengembangan Atraksi Ekowisata Pesisir Melalui Identifikasi: Terumbu Karang, Lamun dan Mangroves (Studi Kasus: Ekosistem Wilayah Pesisir Dusun Rangko). JURNAL AKADEMISI VOKASI, 2(2), 193–203. https://doi.org/10.63604/javok.v2i2.92

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free