Abstract
Sirup poliherbal yang mengandung daun kelor, rimpang kunyit dan rimpang jahe (SPKKJ) dipercaya secara empiris oleh masyarakat kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. Indikasi tersebut disebabkan oleh senyawa fitokimia antioksidan. Kombinasi ketiganya dalam bentuk sediaan sirup merupakan salah satu bentuk sediaan dengan jalur oral yang memiliki waktu absorpsi tercepat dan mudah digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan dari SPKKJ secara scavenging DPPH. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dimana akan dihitung nilai IC50 dari sediaan sirup berdasarkan persen inhibisi terhadap peredaman DPPH. Variabel yang berperan dalam penelitian ini adalah sirup daun kelor (S1), sirup rimpang kunyit (S2), sirup rimpang jahe (S3), dan SPKKJ (S4). Digunakan pembanding sebagai kontrol positif berupa Vitamin C. Hasil menunjukkan di dalam SPKKJ terdapat saponin, tanin serta alkaloid. IC50 dari SPKKJ adalah 0.21 µg/mL yang termasuk antioksidan sangat kuat. Nilai IC50 dari SPKKJ lebih tinggi dari S1, S2, S3 dan Vitamin C, dengan perbedaan yang signifikan terhadap Vitamin C (p<0.05). SPKKJ memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk antioksidan.
Cite
CITATION STYLE
Zakaria, N., Fauziah, F., Rinaldi, R., Safrida, Y. D., & Winingsih, E. (2023). Analisa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Sirup Poliherbal yang Mengandung Daun Kelor, Rimpang Kunyit, dan Rimpang Jahe. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(1), 14–21. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i1.1494
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.