Abstract
Background: Smoking is a major preventable cause of morbidity, disability, and premature death. When you stop smoking, nicotine withdrawal syndrome can occur, making it difficult for smokers to quit. Although smoking cessation rates are low, combining new treatments with counseling may increase success. Methods: A literature observation study regarding the use of N-acetylcysteine (NAC) for smoking cessation therapy was carried out using data from journals published in WHO, NCBI, PMC, Elsevier, Springer, Researchgate, Wiley online library, and Google Scholar. Results: N-acetylcysteine (NAC) increases intracellular glutathione levels, a key antioxidant, and modulates immune, oxidative, glutamatergic, and neurotrophic inflammatory pathways. Good as an antioxidant and plays a role in reducing oxidative stress. Administration of NAC is associated with increased glutamate levels and influences the exchange of dopamine release in the central nervous system. Conclusion: Maintaining levels stimulates the ability of dopamine to reduce withdrawal symptoms and the desire of individuals to quit smoking. Latar Belakang: Merokok merupakan penyebab utama morbiditas, disabilitas, dan kematian dini yang dapat dicegah. Ketika berhenti merokok, dapat terjadi sindrom putus nikotin, sehingga membuat perokok sulit untuk berhenti. Meskipun tingkat berhenti merokok rendah, menggabungkan pengobatan baru dengan konseling dapat meningkatkan keberhasilan. Metode: Studi tinjauan pustaka berkaitan dengan penggunaan N-asetilsistein(NAC) untuk terapi upaya berhenti merokok dilakukan dengan menggunakan data dari jurnal yang dipublikasikan di WHO, NCBI, PMC, Elsevier, Springer, Researchgate, Wiley online library, dan Google Scholar. Hasil: N-asetilsistein (NAC) meningkatkan kadar glutathione intraseluler, antioksidan utama, dan memodulasi jalur inflamasi imun, oksidatif, glutamatergik, dan neurotropik. Baik sebagai antioksidan dan berperan dalam mengurangi stres oksidatif. Pemberian NAC berhubungan dengan peningkatan kadar glutamat dan mempengaruhi pertukaran pelepasan dopamin di sistem saraf pusat. Simpulan: Mempertahankan tingkat dopamin merangsang kemampuan untuk mengurangi gejala penarikan diri dan keinginan individu yang berkeinginan berhenti merokok.
Cite
CITATION STYLE
Wulandari, P. (2024). Efektifitas N-asetilsistein sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan keberhasilan upaya berhenti merokok: tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 15(2), 723–727. https://doi.org/10.15562/ism.v15i2.2061
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.