MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT (KABHANTAPI) PEREMPUAN PADA MASYARAKAT ETNIK MUNA DI KECAMATAN KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA

  • Sara A
  • Dirman L
  • Syahrun S
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna simbolik pakaian adat kabhantapi pada masyarakat etnik Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan menggunakan teori semiotik Charles Sanders Peirce. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat etnik Muna, orang yang memiliki pengetahuan tentang pakaian adat kabhantapi, dan Pemerintah setempat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yakni; (a) tahap klasifikasi data, (b) reduksi data, (c) interpretasi data, dan (d) pendeskripsian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat kabhantapi memiliki banyak makna simbolik. Pakaian adat Kabhantapi sebagai simbol status perempuan yang menjadi pembeda bagi perempuan yang belum menikah dengan yang sudah menikah. Pakaian adat kabhantapi juga memiliki makna simbol status sosial, serta bentuk, warna dan motifnya memiliki makna simbolik yang sangat khas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sara, A. F., Dirman, L. O., & Syahrun, S. (2021). MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT (KABHANTAPI) PEREMPUAN PADA MASYARAKAT ETNIK MUNA DI KECAMATAN KECAMATAN KATOBU KABUPATEN MUNA. Jurnal Penelitian Budaya, 6(1). https://doi.org/10.33772/jpeb.v6i1.17711

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free