Abstract
Kedisiplinan merupakan cara terciptanya keteraturan dalam sebuah lingkup masyarakat dan perlu dimulai sejak dini. Sebagai unit yang terlibat pertama kali dalam tumbuh kembang seorang anak, keluarga memiliki peran paling penting dalam membentuk kedisiplinan anak. Dalam beberapa konteks masyarakat, cukup banyak kesalah-pahaman mengenai kedisipilinan, yang akhirnya mengarah kepada tindak kekerasan. Cara mendisiplinkan anak yang kurang tepat akan berdampak negatif terhadap anak di sepanjang masa kehidupannya. Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 terpaksa membuat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Perumnas II Bekasi menghentikan beberapa kegiatan kepada anak-anak seperti Sekolah Minggu. Sekalipun tugas mendisiplinkan anak merupakan tanggung jawab orangtua, kegiatan sekolah minggu merupakan salah satu cara tidak langsung untuk anak belajar disiplin. Kegiatan penyuluhan dalam bentuk zoominar dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dengan jumlah peserta kurang lebih 103 orang. Kegiatan dilakukan secara interaktif, terdiri dari pemaparan materi oleh tiga pembicara, polling sebelum dan sesudah kegiatan, kuis, dan juga tanya jawab. Secara umum, pengetahuan peserta mengalami sedikit peningkatan. Penyuluhan kepada masyarakat gereja perlu terus dilakukan sehingga orangtua memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mendidik anak yang memiliki disiplin diri yang tinggi di masa yang akan datang.
Cite
CITATION STYLE
Juniarta, J., Cathryne, J., & Nova, F. (2022). Pola Asuh yang Mendisiplinkan Anak: Seminar Parenting bersama Jemaat HKBP Perumnas II Bekasi. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 5, 1–10. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v5i0.1458
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.