Penguatan Kompetensi SDM Melalui Implementasi Budaya “Rewang” di SD Negeri Klatak Kabupaten Banyuwangi

  • Yuliandari N
  • Utami K
  • Cattleyana D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Upaya pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan komptensi sumber daya manusianya tercermin melalui kegiatan rutin tahunan bernama Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM). Salah satu kebudayaan lokal yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi adalah budaya rewang  yang bermakna gotong royong atau saling membantu satu dengan yang lainnya. Melalui penguatan kompetensi SDM dengan menanamkan budaya lokal rewang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa pentingnya saling tolong menolong dengan sesama. Jika anak-anak memahami bahwa antara sesama harus saling tolong menolong, tentunya hal ini akan menekan angka kasus bullying yang terjadi disekolah sehingga anak-anak dapat belajar dengan aman. Tentunya, dengan kondisi anak-anak belajar dengan aman, kompetensi SDM dapat tercipta dengan optimal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang siswa yang bersekolah di SD Negeri Klatak. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah, kemudian diakhiri dengan evaluasi melalui permainan yang memiliki makna tentang gotong royong. Peserta kegiatan memahami bahwa budaya rewang memiliki makna yang positif sehingga dapat dijadikan acuan dalam bersikap dikehidupan bermasyarakat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuliandari, N. K., Utami, K. R., Cattleyana, D., Asyriana, S., Purnomo, E., Holis, M. N., & Hakim, A. R. (2024). Penguatan Kompetensi SDM Melalui Implementasi Budaya “Rewang” di SD Negeri Klatak Kabupaten Banyuwangi. BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 269–276. https://doi.org/10.30822/berbakti.v1i3.2884

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free