Abstract
Komposit dapat disusun dengan menggunakan serat alam, seperti serat jute kemudian dikombinasikan dengan woven roving. Serat jute merupakan limbah organik yang banyak didapatkan sebagai libang karung goni . Serat sintetis memiliki kelebihan i serat yang kuat, tahan korosi, panas dan mudah diproduksi secara massal. Pembuatan komposit dapat dilakukan beberapa metode salah satunya menggunkan metode vacuum bagging dengan teknik menggunakan tekanan untuk mengarahkan resin ke serat. Tujuan peneliti untuk mengetahui karakteristik uji tarik dan uji bending menggunkan vaccum bagging. pengujian dilakukan berupa uji tarik variasi spesimen (hybrid) Di dapat nilai yield 62.94 Mpa dan tensil 85.9. Serat non hybrid di dapat nilai yield 28.7 Mpa dan tensile 32.9 Mpa. Sedangkan uji bending pada serat hybrid didapat kekuatan bending dengan nilai 1,126.96 MPa. Pada serat non hybrid didapat hasil kekuatan bending dengan nilai 643.30Mpa.
Cite
CITATION STYLE
Hazhari, F. (2022). PENGARUH KEKUATAN TARIK DAN KEKUATAN BENDING KOMPOSIT HYBRID DAN NON-HYBRID MENGGUNAKAN METODE VACUUM BAGGING. Injection: Indonesian Journal of Vocational Mechanical Engineering, 2(2), 53–58. https://doi.org/10.58466/injection.v2i2.531
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.