Abstract
Latar Belakang: Upaya mencapai Visi dan misi Indonesia sehat 2025 masih mengalami kendala karena masih tingginya penyakit degenerative diantaranya Gagal ginjal kronik. Mnurut WHO 2018 gagal ginjal menempati penyakit kronik dengan angka kematian tertinggi ke-20 di dunia. Di Indonesia 2018 terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal. Sedangkan Pada factor resiko terbanyak diakibatkan karena penyakit Diabetes Militus 33,3% di banjarmasin Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan penderita diabetes militus terhadap tingkat keparahan gagal ginjal kronik pada pasien yang menjalani hemodialisa Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan penelitian Analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan dalam satu waktu menggunakan lembar dokumentasi untuk melakukan pendataan responden dengan Populasi dalam penelitian ini sebanyak 567 responden dan sampel 216 responden, menggunakan teknik purposive sampling, dengan anlisis chi-square Hasil: Dari penelitian ini yaitu hasil analisis univariat penderita diabetes militus 34 (15,7%) , tidak diabetes militus 182 (84,3%), End Renal Diseases 151 (70%), Non End Renal 65 (30%). Hasil analisis Bivariat menggunakan analisis chy-square dengan Nilai P-value 0,011 < 0.05 ada hubungan yang signifikan antara diabetes militus dengan tingkat keperawahan gagal ginjal. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara diabetes militus dengan tingkat keperawahan gagal ginjal
Cite
CITATION STYLE
Harun, L., Nurhikmah, N., & Riyadi, M. (2023). HUBUNGAN PENDERITA DIABETES MILITUS TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS BANJARMASIN. Journal of Nursing Invention, 4(1), 25–34. https://doi.org/10.33859/jni.v4i1.311
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.