ANALYSIS OF DIGITAL FORENSIC READINESS INDEX (DIFRI) ON CYBERCRIME RESPONSE USING STATISTICAL METHODS

  • Nasiroh S
  • Romahon R
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Semakin berkembangnya peralatan teknologi informasi maupun elektronik karena meningkatnya kejahatan cybercrime, tapi tidak diimbangi dengan jumlah barang bukti yang tersedia. Kurangnya kesadaran akan laporan tindak kejahatan internet dan barang bukti digital, mengindikasikan kurangnya pemahaman masyarakat akan cybercrime dan barang bukti digital dan minimnya barang bukti digital mengindikasikan kurangnya kesiapan dari berbagai lembaga atau instansi dalam mengantisipasi dan mendokumentasikan pada instansi/lembaga dalam menghadapi cybercrime disebut dengan digital forensic readiness. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan institusi/lembaga dalam menghadapi cybercrime dan diharapkan dapat melakukan perbaikan dan pembenahan tepat sasaran. Penelitian ini diperoleh melalui data kuisioner pada instansi pemerintah yang kemudian di analisis dengan metode statistik. Hasil pengujian kuisioner dilakukan dengan uji validitas dan uji  reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan instansi pemerintah belum siap menghadapi cybercrime dan diharapkan melakukan pembenahan dan perbaikan secara tepat sasaran agar dimasa mendatang sudah siap dalam menghadapi tindak kejahatan dunia maya yang disebabkan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nasiroh, S., & Romahon, R. A. (2021). ANALYSIS OF DIGITAL FORENSIC READINESS INDEX (DIFRI) ON CYBERCRIME RESPONSE USING STATISTICAL METHODS. Perwira Journal of Science & Engineering, 1(1), 34–41. https://doi.org/10.54199/pjse.v1i1.19

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free