Pengendalian Waktu Proyek dengan Menggunakan Metode Critical Chain Project Management (Ccpm) (Studi Kasus: Pembangunan Jalan SMK IT Payakumbuh)

  • Suherman S
N/ACitations
Citations of this article
74Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat perencanaan proyek jalan SMK IT Payakumbuh yang diharapkan tidak seperti proyek sebelumnya, dimana terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang overlapping. Oleh karena itu dibuat penjadwalan ulang dengan menggunakan metode Critical Project Management(CCPM). Dari data primer dan sekunder diolah dengan software microsoft project 2007. Metode ini menghilangkan waktu aman (Safety Time) dan menggantinya dengan waktu penyangga (Buffer Time). Penambahan buffer time dengan menggunakan metode cut and paste yaitu menambahkan project buffer separuh durasi rantai kritis (critical chain) pada akhir rantai dan meletakan feeding buffer dengan separuh durasi aktivitas ke aktivitas pada rantai tidak kritis (non critical chain). Hasil dari penelitian bahwa apabila saat proyek berjalan tidak terdapat perubahan-perubahan maka proyek dapat diselesaikan selama 147 hari kalender. Apabila terjadi ketidaksesuaian, maka buffer time dapat dikonsumsi sebesar 10 minggu dan total penyelesaian proyek selama 197 hari kalender, waktu aman untuk proyek pembangunan jalan SMK IT Payakumbuh ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suherman, S. (2016). Pengendalian Waktu Proyek dengan Menggunakan Metode Critical Chain Project Management (Ccpm) (Studi Kasus: Pembangunan Jalan SMK IT Payakumbuh). Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian Dan Karya Ilmiah Dalam Bidang Teknik Industri, 2(2), 104. https://doi.org/10.24014/jti.v2i2.5093

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free