Tata Laksana Pasien Neurotoksik Snake Bite di Perawatan Intensif

  • Marthysal A
  • Widodo U
  • Sarosa P
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pasien laki-laki usia 29 tahun masuk perawatan ICU dengan permasalahan penurunan kesadaran dan apneu setelah diketahui tergigit oleh ular, pasien didiagnosa dengan neurotoksik snakebite. Pasien dilakukan tindakan intubasi dan stabilisasi respirasi dengan pemasangan ventilator mode disesuaikan dengan kebutuhan. Pasien mendapat pertolongan pertama di rumah sakit sebelumnya dengan dilakukan pemberian anti bisa ular, bentuk dan jenis ular tidak diketahui. Setelah di RSUP Sardjito pasien di rawat di ICU selama 13 hari. Selama di ICU manajemen yang dilakukan berupa monitoring hemodinamik dan respirasi, manajemen luka gigitan, manajemen tetraparese dengan menggunakan reversal pelumpuh otot. Permasalah yang timbul selama perawatan berupa pneumonia akibat penggunaan ventilator yang lama, kultur darah dan sputum, perubahan komponen metabolik seperti elektrolit dan albumin. Pasien keluar perawatan ICU dengan perbaikan dari parese otot pernapasan, ekstrimitas, dan komponen metaboliklainnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Marthysal, A., Widodo, U., & Sarosa, P. (2023). Tata Laksana Pasien Neurotoksik Snake Bite di Perawatan Intensif. Jurnal Komplikasi Anestesi, 2(2), 43–50. https://doi.org/10.22146/jka.v2i2.7208

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free