Tradisi Maddoja Bine Masyarakat Desa Anabanua Di Kabupaten Barru

  • Syamsurya E
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini membahas tentang tradisi maddoja bine di masyarakat Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Dari asal  katanya,  maddoja yaitu berarti begadang atau tidak tidur, sedangkan bine artinya benih. Petani yang melakukan tradisi maddoja bine akan akan untuk menjaga benih padi yang sedang direndam, sebelum   ditabur (dalam istilah sehari-hari masyarakat Desa Anabanua disebut ma’gugu) di sawah  keesokan harinya. Sambil mengisi waktu pada malam maddoja bine tersebut, masyarakat biasanya menikmati hidangan kue-kue tradisional bugis yang khusus disediakan untuk acara maddoja bine. Tulisan ini bertujuan agar kita bisa tau tanggapan masyarakat mengenai tradisi maddoja bine khususnya  di Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru dan juga untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi  maddoja bine di Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Jenis penelitian yang dipakai dalam jurnal ini yaitu metode kualitatif dimana kita sebagai peneliti bisa mendapatkan sebuah informasi melalui tahap wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah diharapkan dapat menambah dan memperkaya literatur dan bagi mahasiswa yang mengadakan penelitian serupa serta menambah pengetahuan dan memberikan pengalaman baru mengenai tradisi maddoja bine

Cite

CITATION STYLE

APA

Syamsurya, E. (2021). Tradisi Maddoja Bine Masyarakat Desa Anabanua Di Kabupaten Barru. Action Research Literate, 5(2), 59–66. https://doi.org/10.46799/arl.v5i2.84

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free