Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan berbagai platform media digital guna memperoleh informasi dan bertukar pikiran, sebagai upaya melindungi dan mengamankan masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman di dunia digital pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai Penyelenggaraan sistem elektonik lingkup privat yang memungkinkan pemerintah untuk memperoleh akses guna melakukan take down konten yang dianggap melanggar peraturan perundang-undangan menunjukan upaya pemerintah dalam membangun hegemoni serta kontrol terhadap masyarakat sipil sebagai kelompok subordinat. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis untuk mengetahui bagimana kebijakan Penyelenggaraan sistem elektonik lingkup privat melalui sensor konten di media sosial dapat membangun hegemoni pemerintah sekaligus dampak dari sensor konten terhadap kebebasan berpendapat di ruang digital seperti munculnya kelompok anti hegemoni hingga munculnya kelompok penekan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus sehingga peneliti dapat memperoleh Gambaran yang lebih mendalam terhadap fenomena yang sedang diteliti. Penelitian ini menekankan pada bagaimana kondisi kelompok Social Movement Institute setelah diberlakukannya kebijakan yang memungkinkan pemerintah untuk mengontrol konten-konten yang ada di media sosial
Cite
CITATION STYLE
Dio Alfianto Esha Mahendra, & Hanantyo Sri Nugroho. (2025). ADVOKASI LSM SOSIAL MEDIA SOCIAL MOVEMENT INSTITUE TERHADAP HEGEMONI PEMERINTAH DALAM SENSOR MEDIA DAN KEBEBASAN BERPENDAPAT DI RUANG DIGITAL. Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(1), 248–268. https://doi.org/10.25157/moderat.v11i1.4749
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.