Ankle Brachial Index pada Penderita Diabetes dan Non Diabetes, dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik dan Perilaku Merokok

  • Kartikadewi A
  • Setyoko S
  • Wahab Z
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
381Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ankle Brachial Index (ABI) adalah prediktor utama untuk menilai adanya penyakit arteri perifer pada penderita Diabetes Melitus (DM) dan non DM. Terdapat perbedaan faktor risiko terhadap abnormalitas ABI antara penderita DM dan non DM. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan faktor yang mempengaruhi ABI pada penderita DM dan non DM etnis Jawa.Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampling dilakukan dengan cara consecutive sampling. Perbedaan faktor yang mempengaruhi ABI dianalisis dengan  uji Chi-square. Faktor yang signifikan mempengaruhi ABI pada responden DM adalah usia (p-value=0,04) dan aktivitas fisik (p-value=0,02) dan faktor yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p-value=1,00), lama DM (p-value=0,31), tekanan darah (p-value=0,75), dan status merokok (p-value=1,00). Sedangkan, faktor yang signifikan mempengaruhi ABI pada responden non DM adalah aktivitas fisik (p-value=0,01) dan faktor yang tidak signifikan adalah jenis kelamin (p-value=0,31), usia (p-value=0,08), tekanan darah (p-value=0,93), dan status merokok (p-value=0,32). Faktor yang mempengaruhi ABI pada responden DM adalah usia dan aktivitas fisik, sedangkan pada responden non DM adalah aktivitas fisik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kartikadewi, A., Setyoko, S., Wahab, Z., & Andikaputri, K. (2022). Ankle Brachial Index pada Penderita Diabetes dan Non Diabetes, dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik dan Perilaku Merokok. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 18(1), 57. https://doi.org/10.24853/jkk.18.1.57-68

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free