Abstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh persoalan sikap dan watak kewarganegaran di kalangan generasi muda yang sangat memprihatinkan. Pemahaman terhadap demokrasi yang salah mengakibatkan kebebasan berdemokrasi yang kebablasan. Disorientasi sikap dan watak kewarganegaraan (civic disposition) hampir dialami oleh seluruh elemen bangsa sehingga menghilangkan jati diri anak bangsa dan jauh dari nilai-milai demokrasi. Pesantren Daarut Tauhid sebagai pesantren modern juga memberikan penanaman nilai-nilai demokrasi dikalangan para santrinya. Data dalam penelitian ini diambil dengan studi dokumentasi, observasi, wawancara, dan partisipasi aktif peneliti dilapangan. Hasil dari penelitian ini ditemukan: Pendidikan demokrasi hendaknya dikenalkan di lembaga pendidikan pesantren, karena lembaga pesantren merupakan lembaga pendidikan yang melakukan proses mengembangkan potensi peserta didik (santri). Melalui proses pendidikan demokrasi akan menghasilkan manusia yang demokratis.Untuk mengembangkan civic disposition santri, proses pendidikkan yang dilakukan di pesantren dengan berbagai cara yaitu; 1) keteladanan; 2) latihan dan pembiasaan; 3) mendidik melalui ibrah (mengambil pelajaran); 4) mendidik melalui mauidzah (nasehat); 5) mendidik melalui disiplin; dan 6) mendidik targib wa tahzid (bujukan dan ancaman).
Cite
CITATION STYLE
Supangat, S., & Halimi, M. (2017). PEMBUDAYAAN DEMOKRASI DI PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN CIVIC DISPOSITION SANTRI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(1), 75–80. https://doi.org/10.17977/um019v2i12017p075
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.