Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh para Asatidz dalam membina dan mengembangkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Miftahun Najah Tangkit. Permasalahan kedisiplinan yang sering terjadi, seperti pelanggaran tata tertib, menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan strategi dalam pembinaan karakter santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Subjek penelitian meliputi pimpinan pondok, para ustadz dan ustadzah, mudabbir/mudabbiroh, serta beberapa santri sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Asatidz dalam menanamkan kedisiplinan meliputi empat aspek utama: keteladanan dalam keyakinan dan berperilaku, pengawasan yang terstruktur dan berkelanjutan, pemberian sanksi yang proporsional sesuai dengan tingkat pelanggaran, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin melalui forum bersama antara Asatidz dan organisasi santri. Kesimpulannya, strategi ini terbukti efektif dalam membentuk kedisiplinan santri, tidak hanya dalam hal ketaatan terhadap aturan pondok, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran pribadi santri akan pentingnya kedisiplinan sebagai nilai-nilai hidup yang harus dijalankan secara konsisten. This study aims to identify the strategies implemented by Asatidz (Islamic teachers) in fostering and developing student discipline at Pondok Pesantren Miftahun Najah Tangkit. Disciplinary issues, such as violations of rules and regulations, often arise and present challenges that require strategic approaches to character development. The research employed a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, documentation, and literature study. Research subjects consisted of the pesantren leadership, teachers (ustadz/ustadzah), student supervisors (mudabbir/mudabbiroh), and several selected students. The findings reveal that the Asatidz employ four main strategies to instill discipline: serving as role models in attitude and behavior, implementing structured and continuous supervision, providing proportional sanctions based on the level of violations, and conducting regular monitoring and evaluation through joint forums between Asatidz and the student organization. In conclusion, these strategies have proven effective in shaping student discipline not only in terms of obedience to pesantren rules but also in fostering personal awareness of the importance of discipline as a core value in daily life.
Cite
CITATION STYLE
Amalia, F. U., Marwazi, & Shalahudin. (2025). STRATEGI ASATIDZ DALAM MENGEMBANGKAN DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUN NAJAH TANGKIT MUARO JAMBI. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(2), 959–973. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2.983
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.