Abstract
Adanya integrasi antara fasilitas pejalan kaki dengan moda transportasi massal menjadi salahsatu daya tarik kawasan niaga terpadu Sudirman. Dengan fasilitas penunjang yang memadai,jalur pejalan kaki belum dapat mengakomodasi kegiatan dan kebutuhan pejalan kaki secaraoptimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemanfaatan jalur pejalan kakiKawasan SCBD sudah optimal sehingga dapat memfasilitasi pejalan kaki besertakegiatannya. Pendekatan penelitian campuran dengan melakukan observasi lapangan dalammenilai tingkat keoptimalan fasilitas pejalan kaki, kemudian menyimpulkan data berdasarkanstandar dan tingkat pengaruh masing–masing aspek terhadap pejalan kaki dan menyajikandata secara kuantitatif. Temuan dari penelitian ini bahwa fasilitas pejalan kaki di KawasanSCBD belum optimal karena minimnya ruang atau fasilitas sosial dan kesenjangan jumlahpejalan kaki pada jam sibuk dan di luar jam sibuk. Hasil penelitian menyimpulkan bahwapemanfaatan jalur pejalan kaki dapat dioptimalkan melalui program penyediaan fasilitas danpelebaran jalur.Kata kunci : Jalur Pejalan Kaki, Kawasan Niaga Terpadu, Aktivitas Pejalan Kaki
Cite
CITATION STYLE
Stevanus, H., & Sawitri Dian Mawarni, I. A. (2023). OPTIMASI PEMANFAATAN JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN NIAGA TERPADU SUDIRMAN. AGORA:Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 20(2), 91–107. https://doi.org/10.25105/agora.v20i2.13835
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.