PENGARUH PAMERAN DUNIA DI TANAH KOLONI: PAMERAN SAINS, INDUSTRI, DAN SENI DI BATAVIA 1853

  • Rizkinta B
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Great Exhibition pada 1851 di Inggris yang bertujuan sebagai gerakan inovasi kapitalisme dan industri menciptakan tren global pameran di berbagai negara, salah satunya adalah Hindia Belanda pada dengan nama Pameran Hasil Alam dan Industri pada 1853. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa pameran tersebut bukan hanya sebagai gerakan inovasi industri dan penyebaran pencerahan, namun juga menegaskan identitas kekuasaan kolonial. Penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan komunitas terbayang dari Ben Anderson dan Hoffenberg yang mengkontekstualkan konsep komunitas terbayang dalam konteks pameran. Kesuksesan dari pameran ini memberikan dampak dalam jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek pameran tersebut mampu menstimulasi gerakan lanjutan yang berfokus pada industri yaitu Maatschappij van Nijverheid, namun sayangnya gagal dalam mengubah masyarakat. Di samping itu pameran berhasil membentuk citra Belanda sebagai penjajah yang layak dan menegaskan kekuasaan kolonial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rizkinta, B. (2022). PENGARUH PAMERAN DUNIA DI TANAH KOLONI: PAMERAN SAINS, INDUSTRI, DAN SENI DI BATAVIA 1853. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 16(1), 182. https://doi.org/10.17977/um020v16i12022p182-199

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free