Abstract
Great Exhibition pada 1851 di Inggris yang bertujuan sebagai gerakan inovasi kapitalisme dan industri menciptakan tren global pameran di berbagai negara, salah satunya adalah Hindia Belanda pada dengan nama Pameran Hasil Alam dan Industri pada 1853. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa pameran tersebut bukan hanya sebagai gerakan inovasi industri dan penyebaran pencerahan, namun juga menegaskan identitas kekuasaan kolonial. Penulisan ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan komunitas terbayang dari Ben Anderson dan Hoffenberg yang mengkontekstualkan konsep komunitas terbayang dalam konteks pameran. Kesuksesan dari pameran ini memberikan dampak dalam jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek pameran tersebut mampu menstimulasi gerakan lanjutan yang berfokus pada industri yaitu Maatschappij van Nijverheid, namun sayangnya gagal dalam mengubah masyarakat. Di samping itu pameran berhasil membentuk citra Belanda sebagai penjajah yang layak dan menegaskan kekuasaan kolonial.
Cite
CITATION STYLE
Rizkinta, B. (2022). PENGARUH PAMERAN DUNIA DI TANAH KOLONI: PAMERAN SAINS, INDUSTRI, DAN SENI DI BATAVIA 1853. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 16(1), 182. https://doi.org/10.17977/um020v16i12022p182-199
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.